Kartini dalam kacamataku

Kartini yang seorang anak bangsawan dan hidup berkecukupan baik dari segi materi, pendidikan dan strata sosial, membuat ia banyak teman dan banyak kesempatan untuk meraih apa yang diinginkan dan begitu mudah menyalurkan aspirasi dalam dirinya pada khalayak ramai.

Namun ketika ia merasa ada ganjalan dalam menyampaikan satu keinginannya yang lebih luas, yaitu lepas dari protokol dan aturan keluarga yang membelenggu ruang geraknya untuk berbagi kepada sesama wanita diluar sana yang kurang beruntung untuk mendapatkan pendidikan, ia bertekad kuat bahwa suatu saat ia akan menerobos masa untuk mewujudkan Wanita Indonesia yang maju dan berhak atas pendidikan serta mendapatkan kesempatan dimanapun, kapanpun.

Kartini tak ingin ada diskriminasi dalam memperoleh pendidikan juga kesempatan untuk maju, bukan berarti menelantarkan tugas rumah tangga atau kewajiban lainnya sebagai perempuan.

Melalui sahabat-sahabatnya di luar negeri maka aspirasi Kartini berhasil diungkap ke publik dalam sebuah buku karya J Abendanon berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Walau aspirasinya baru sebatas wacana namun tak dipungkiri, semangat dan segala aspirasi yang beliau curahkan sangat berpengaruh dalam meledakkan semangat wanita Indonesia sampai saat ini.

Tulisan ini saya ikutsertakan untuk kompetisi yang diadakan oleh Blog Reni Marthauli beserta 21 Blogger Kartini

Pertama Puasa saat jadi muallaf

Saya melakukan ibadah puasa yang benar benar untuk menjalankan kewajiban beribadah ketika kelas 2 SMP, saat berusia 15 tahun, karena pada usia tersebutlah saya memeluk Agama Islam, karena pada saat itu keluarga besar mulai mendapatkan hidayah itu, alhamdulilah.

Ketika Bulan Ramadhan tiba, saya berpuasa dan melakukan semua proses dengan seksama, karena sebelumnya sudah dijelaskan oleh guru mengaji, bahwa dari hari sehari sebelum puasa, harus sudah bersih bersih, mulai dari bersih bersih diri dan jiwa dan bersilaturahim kepada keluarga, teman dan orang orang yang kita kenal.

Tibalah saat puasa pertama, saya sekeluarga melakukan sahur bersama, karena saat itu kami merasa takut keburu imsyak, maka kami sering melakukan sahur lebih awal, yaitu pada jam 3 subuh, padahal imsyak jam 4.30, setelah sering mendengarkan tausiyah dan anjuran bahwa untuk sahur itu mendekati waktu imsyak adalah lebih baik asalkan tidak mepet, maka kami pun terbiasa untuk bersahur pada pukul 03.30 atau hampir mendekati pukul 4 pokoknya sebelum waktu imsyak, faedahnya pun sangat terasa sebab dengan demikian, kalori pun masih bisa tersimpan untuk jangka waktu lama.

Mengawali aktivitas tanpa makan dan minum dari waktu Imsyak ke Maghrib saat itu awalnya terasa berat, apalagi pada jam 10 pagi dan jam 2 siang, rasanya perut keroncongan, dahaga dan kepala agak pusing, karena saya sekolah tetap full dan ada sederet aktivitas lainnya, namun setelah tiga hari puasa, saya mulai terbiasa dan puasa ringan dijalankan sehari penuh. Godaan untuk berbuka puasa sebelum waktunya sering terlintas namun untungnya hati dan pikiran kompak dan mau tetap mempertahankan sampai tidak bocor.

Sering saat itu saya mengumpulkan makanan untuk berbuka, banyak sekali sampai sampai tak pernah termakan semuanya, padahal itu tidak baik, sama saja dengan bohong ya puasanya kalau begitu karena kita serakah, bukannya berpuasa itu adalah detoksifikasi, maka jika makanan masuk ke tubuh tak terkontrol akan mengundang banyak zat yang kurang baik.

Pertama puasa saya mungkin hanya berusaha untuk menahan haus lapar saja, namun ketika Ramadhan demi Ramadhan tiba ditahun tahun berikutnya, pengetahuan saya tentang bagaimana puasa yang benar dan memenuhi tuntutan yang diperintahkanNya mulai saya pelajari dan saya cari tahu dari berbagai sumber, akhirnya pahamlah saya kenapa kita harus berpuasa.

Dengan berpuasa sebulan, asupan makanan kedalam tubuh akan terkontrol dan ada detoksifikasi, selain itu kita jadi bisa merasakan bagaimana orang yang dibawah kita yang kekurangan, sikap menahan hawa nafsu, amarah dan penelaahan jiwa pun lebih terasa disaat berpuasa.

Pemahaman dari awal saya berpuasa dulu sampai saat ini merupakan proses yang sangat berharga tentunya.

Jika bos adalah teman

Jika kita bekerja pada perusahaan milik teman, dan bos kita adalah teman kita sendiri, dan kita bukanlah seorang rekanan atau partner, namun yang ikut bekerja pada pada perusahaan yang dipimpinnya, bagaimana kah perasaan kita menyikapi hal demikian? bisa biasa saja, agak kagok, canggung, atau malah easy going?

Relatif sih ya, bisa juga hal itu menjadi suatu keadaan yang memerlukan pengelolaan kebijkasanaan kita dalam bersikap, sebab bagaimana pun jika pimpinan atau bos kita adalah teman kita sendiri, sudah pasti akan ada macam macam perasaan, disatu sisi kita merasa sudah akrab dan sebaya, nyeplos gak sengaja jika kelewatan bercanda, minta prioritas sudah pasti dan bekerja kurang suka jika ditegur karena merasa kemampuan setara , yang membedakan cuma rezeki dan kesempatannya, itu pikirnya.

Namun menurut saya, walaupun kita mempunyai bos atau pimpinan yang merupakan teman kita sendiri, malah akan melatih jiwa besar serta mental yang sehat, sebab disaat kita merasa teman kita sudah diatas dan kita masih saja dibawah , alih alih malah ada dibawah teman kita level karirnya, kita bisa mengelola agar kemampuan kita bisa lebih berarti, kita bisa bersikap tetap menjunjung profesionalisme dalam hal pekerjaan, selagi dalam lingkup dan lingkungan pekerjaan, kita tak perlu merasa down atau rugi untuk tetap memakai etika ketika bekerja, seperti tetap memperlakukan teman kita sebagai layaknya bos, sewajarnya saja, memakai panggilan Pak atau bu, menerima teguran sebagai pembelajaran kritik membangun, tetap melakukan aktivitas sesuai aturan yang diterapkan, dan tetap mengikuti segala prosedur yang diterapkan disitu.

Jika diluar lingkup dan lingkungan pekerjaan, bisa kembali pada kebiasaan semula seperti layaknya kepada seorang teman.

Dengan begitu, selain kita tetap menjunjung tinggi profesionalisme, juga teman kita merasa dihargai dan merasa terbantu. Dan kalau kita ingin kemampuan kita sangat bernilai dan punya andil penting dalam perusahaan teman kita tersebut, kita bisa lebih memberikan kontribusi, inovasi dan segala ide kreatif untuk kemajuan perusahaan tanpa perhitungan atau memikirkan bahwa “Ah aku cuma bawahan dia, ngapain aku susah susah mikir.”  Jangan sesekali punya pemikiran semacam itu karena hal itu akan menghambat kemajuan dan menutup kemungkinan untuk diberi kepercayaan penuh.

Sebab jika kita sudah bisa membuktikan banyak kemampuan maupun kontribusi, bukan hal mustahil teman kita akan sepenuhnya memberi kepercayaan kepada kita malah disuruh memegang penuh untuk dikelola sendiri.

Jadi teruslah berkarya dan beri apapun kemampuan yang kita punya untuk kemajuan perusahaan, walaupun perusahaan itu milik teman kita sendiri, singkirkan sejenak ego dan perasaan kecil hati, justru sebaliknya, kita harus bisa terpacu dan teman kita yang sudah menjadi pemimpin itu bisa kita jadikan inspirasi untuk kemajuan kita.

Working Intermezzo

Bekerja tak semata cari nafkah, dalam keseharian bekerja kita musti pandai pandai untuk memanfaatkan waktu untuk menyenangkan hati saat kesibukan menjadi rutinits kita, bisa dengan dengan sedikit berkhayal untuk mencapai apa yang kita inginkan, setel playlist favorit atau disaat istirahat bisa keluar kantor untuk melihat sesuatu yang menyegarkan mindset juga menambah motivasi kerja agar lebih semangat.

Bicara tentang penyegaran mindset, tidak harus didapat dari motivator, kita pun bisa menangkap dari hal kecil namun mengena, yaitu ketika kita ada urusan ke Bank dan melihat kesibukan para customer service, teller di bank yang kelihatan segar, full smile, rapi dan begitu cekatan, juga saat melihat  kesibukan para pekerja di pasar yang kompak, juga pekerja lain yang tak sedikitpun ada waktu untuk melamun , karena dengan melihat kesibukan tersebut kita bisa mengembangkan pola pikir menjadi lebih terpacu, bahwa kita pun bisa melakukan pekerjaan yang baik dan semangat seperti yang kita lihat.

Tidak hanya itu, ada juga saat kita dikunjungi oleh supplier atau rekanan kerja dari ekstern, kita bisa ambil ilmu dan semua hal positif yang dipancarkan oleh mereka baik dari cara mereka melakukan magnet berbisnis atau strategy yang dipunyai oleh rekan bisnis yang perlunya saja kita adopsi. Saat begini bukan hanya penyegaran dalam sistem bekerja saja yang kita dapat, kita pun dapat ilmu baru, bukan?

Selain dari itu, kita bisa mengambil sugesti semangat dari profil pelaku sukses dari buku, majalah atau media apapun, biasanya dengan begitu kita secara otomatis akan merasa terdorong untuk mencapai sampai puncak kemampuan yang kita bisa.

Maka dalam sela sela bekerja, ambillah peluang untuk menyenangkan diri, membuat percaya diri dengan kemampuan yang kita punya dalam bekerja

Jika si plegmatis jadi pemimpin

Plegmatis menurut pemahaman saya adalah orang yang cenderung berani terhadap resiko, perfeksionis dan suka mencari amannya dari segala bidang kehidupannya namun kelebihannya si plegmatis suka berpotensi menghasilkan solusi lebih baik karena selalu bisa merencanakan sesuatu secara matang dan berpikir jangka panjang.

Bagaimana jika si Plegmatis menjadi pemimpin? lemot kah dalam mengambil keputusan? bisakan dia membawa kemajuan terhadap perusahaan jika dia takut melangkah dalam proyek yang gambling? juga bisakah dia merasa aman saat berpikir mencari solusi dan bekerja untuk perusahaan dengan kondisi tanggung jawab yang dipikulnya tak mudah itu?

Secara sepintas lalu mungkin impossible ya, dan menilai si plegmatis jika jadi pemimpin akan tertinggal jauh buat kemajuan yang diharapkan karena melihat karakter dan sifat yang cenderung banyak rasa takutnya dalam ambil resiko.

Tetapi, tunggu dulu si plegmatis punya banyak kelebihan juga lho, ya itu tadi, walaupun cenderung kurang berani ambil resiko namun punya sikap merencanakan sesuatu lebih matang dan efeknya suka berhasil dengan baik, terkadang resiko pun dapat di minimalisir.

Selain itu, si plegmatis juga mempunyai kelebihan untuk antisipasi sekiranya apa yang patut dihindari dalam mengambil keputusan, jadi peluang yang dirasa akan kabur, tetap ia bisa kejar dan bisa dicapai juga walau tanpa keberanian ambil resiko karena ia mempunyai caranya sendiri dalam meraih kemajuan itu.

So, siapa bilang si plegmatis gak bisa jadi pemimpin?

Banyak Bergaul untuk Berkembang

Untuk meningkatkankemampuan diri maupun menambah kualifikasi, tidak harus selalu dari pendidikan formal atau segala fasilitas pendidikan yang “wah”. Ketika kita berada dilingkungan yang bisa merangsang dan menuntut kita agar bisa berkembang dan maju, bisa menjadi awal buat kita melakukan sesuatu.

Banyaklah bergaul dengan orang orang yang mau berkembang dan tidak mudah menyerah jika mengalami suatu kegagalan, dengan sendirinya mereka bisa memacu kita agar bisa menyamainya atau bahkan mengejar sampai level diatasnya.

Hindari segala rayuan dan pengaruh orang yang suka berkata ” Gue males ah karena bla..bla..bla… ” atau ” ngapain pusing2 mendingan bla..bla..bla…” secara dibawah sadar kita kata kata itu bisa mempengaruhi otak kita dan ikut ikutan mindset seperti itu, apalagi jika kondisi kita sedang malas atau capek karena mengalami suatu kegagalan atau pernah kecewa terhadap suatu pencapaian yang tidak teraih.

Semua bisa kita wujudkan dengan usaha dan kemauan keras, yakin bahwa kita bisa dan jangan putus asa untuk memperbaiki dan bangkit untuk merain cita cita dan kesuksesan yang kita damba, baik dalam hal pekerjaan, sekolah atau apapun itu yang ada hubungannya dengan kemajuan kualifikasi hidup kita, jangan lupa untuk senantiasa mohon pada Nya agar dimudahkan dalam urusan yang baik.

Bukti MLM itu usaha Real

Banyak yang mempunyai Opini bahwa bisnis MLM atau multi level marketing itu adalah usaha aji mumpung dan mengandalkan usaha downline saja? siapa bilang? gak dong yang jelas apapun pekerjaan itu pasti harus ada usaha untuk memperoleh penghasilan itu.

Apa sih kerja keras dan usaha yang real dan pekerjaan dari pengusaha MLM itu?

Banyaaaakkkkk, nih dia usahanya dia :

1. Merekrut member atau anggota atau downline

2. Membina Downline agar bisa mengikuti petunjuk, syarat dan aktivitas dalam kegiatan MLM itu

3. Memberi penjelasan tentang produk yang dijual, mulai dari kondisi, komposisi serta kegunaannya

4. Selalu memberi info sedetailnya kepada para konsumen maupun downline tentang pembaharuan atau spesifikasi produk atau info yang harus disampaikan pada downline atau customer

5. Selalu aktif mengikuti dan mengajak training dalam segala bentuk

6. Melakukan variasi dalam hal pemasaran

7. Dituntut untuk pandai berkomunikasi dan empaty terhadap orang disekitarnya atau downline dan customer.

Jadi kita harus obyektif dalam menilai pekerjaan MLM, jangan hanya dilihat dari cangkangnya saja sebab setiap MLM ada banyak cara dan prosedur, nah di Oriflame kita sangat fair dan transparan jadi semuanya mendapat keadilan, bagi yang usaha rekrut member dan berhasil membina membernya untuk memasarkan dan berkomunikasi dengan member atau customernya, dialah yang mendapat hasilnya.

Buat teman teman yang ingin mencoba , eh jangan sekedar coba coba mendingan langsung aja ikut yuk coba deh KLIK INI, ada segala manfaat lho disana bisa ketemu banyak teman, dapat training gratis secara online maupun offline dan dapat merchandise, so mari kita gabung bersama di jaringan bisnis real dan kosmetik Oriflame sudah ada sertifikat halalnya lho!!!!!

Bulan Banyak Hadiah

Ramadhan memang bulan penuh berkah, kita bisnis pun banyak keuntungan , nah buat yang mau gabung akan dapat MASCARA FREE seharga Rp.59.000 padahal jadi member cuma bayar Rp.39.900, asyik kaannnn…………buruannn gabung, ayo klik di banner biru di samping ini.

lash-extrem_prospect_low

Oh ya buat yang udah jadi member, tak kalah heboh deh hadiahnya!!!!!

Jam tangan ini nih, ayo belanja dan raih keuntungan maksimal serta bonusnya

Jangan lupa belanja 100BP dibulan September ini dan Jam tangan dibawah bisa langsung dimiliki Gratis tis tis………….

id_2

MLM Itu Usaha Real

Memulai bisnis walaupun kecil kecilan, yang kurasakan memang ada kalanya semangat kita pasang surut, kadang semangata membara dan menggebu ketika kita mendapat bonus dan pelanggan yang belanja banyak, kadang merasa down dan pupus harapan, namun seiring niat kita yang ingin serius dan ulet dalam menjalankan usaha, semua itu bukan hal mustahil bisa bertahan, walau dalam masa yang pasif namun bisa mengerahkan berbagai usaha semaksimal mungkin, kita coba berbagai metode dan belajar dari pengalaman orang yang lebih paham dan sudah lama menekuni bisnis itu.

Dan memang, kenyataannya semua itu butuh usaha dan keyakinan, tanpa usaha dan upaya semua peluang dan bonus tidak akan datang sendiri, siapa bilang bisnis MLM hanya mengandalkan tenaga orang lain? dengan istilah kasarnya, orang yang bekerja tapi kita yang makan untungnya, wow statement ini sangatlah salah, that statement is very wrong think that i know, kenapa? karena kita sebagai Upline pun harus bekerja keras mencari pelanggan setia dan membina Downline dengan mengacu kepada kebijakan perusahaan  MLM itu sendiri, bukan hanya sekali rekruit lalu dilepas masa bodo begitu saja, itu namanya tidak bertanggung jawab.

Terus yang namanya kesuksesan dalam team maupun personal karena tak luput dari kerjasama antara Leader, Uplines dan Downlines, so it’s very important to build good cooperation each other right?

Bersyukur aku punya Leader dan Upline yang sangat baik dan perhatian serta selalu membimbingku sehingga aku bisa menjalankan bisnis ini walau masih merangkak, namun setidaknya aku mendapat pelajaran berharga dan penghasilan tambahan.

Keuntungan penuhi target

Setiap bulannya di oriflame selalu ada bonus dari promo barang barang yang berkualitas, jadi yang di discount bukan barang reject atau barang yang agak rusak, tapi barang yang berkualitas tinggi, betapa profesionalnya ya, tiap bulan semua barang bergilir untuk di discount, nah pada bulan Juli kemarin ada target buat consultant apabila belanja sebesar 100 Bisnis Point pada Bulan Juli, maka dapat membeli BEAUTY CASE yang keren ini yang harga aslinya Rp. 499.000 menjadi Rp. 49.900, gila gilaan ya……………..

10082009001

Dan apabila pada bulan ini belanja Rp.100.000 di katalog Agustus 2009, dapat membeli tas Yudashkin dari Rusia seharga Rp.229.000 menjadi Rp. 79.000, keren deh tasnya coba lihat di SINI.

Ayo tunggu apa lagi, buat yang mau order ataupun jadi anggota kontak saya ya di      ani.berta at yahoo.com

Atau klik saja banner warna biru dipojok kanan atas ya.

« Previous entries